Sepotong Roti dan Segelas Anggur
Dalam sekotak roti, sepotong saja mampu melepaskan lapar, tapi tidak keserakahan Entah di mana kau letakkan perutmu Di brankas Di jarum jam tanganmu Di kulit tas istrimu Di tiket pesawat kelas satu anakmu Betapa pun bertambah jumlahnya Perut itu tak pernah kenyang Dalam sebotol anggur, segelas saja mampu memabukkan, tapi tidak kepuasan Di mana kau letakkan kerongkonganmu Di lembah dan laut yang menghitam Di leher petani dan nelayan Di kursi besar berisi tahta Betapa pun engkau meneguk manfaatnya sampai ke tulang Kerongkongan itu tetap haus tak berpalum








